Tampilkan postingan dengan label Jejak Kaki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jejak Kaki. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

#JejakKaki4 Ladang Budaya Tenggarong di Hari yang Terik

source. google
Wah, setelah sekian lama.
Akhirnya bisa mengungkap tempat-tempat indah lagi di bumi Borneo.
Kali ini Emmy akan membahas tentang Ladang Budaya! Atau yang lebih sering dikenal dengan Ladaya, merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang ada di bumi Tenggarong, Kutai Kartanegara. Lokasinya terjangkau dan tidak jauh dari beberapa tempat wisata terkenal yang ada di Tenggarong.

Rabu, 22 Februari 2017

#JejakKaki3 Pantai Kurma Indah Muara Badak




            Dikutip dari Wikipedia Bahasa Indonesia. Pantai adalah sebuah bentuk geografis yang terdiri dari pasir, dan terdapat di daerah pesisir laut. Daerah pantai menjadi batas antara daratan dan perairan laut.
            Indonesia sendiri memiliki garis pantai terpanjang di dunia dengan panjang ± 81.000 kilometer, atau sekitar 25% dari garis pantai di seluruh dunia. Pantai-pantai di Indonesia sangat indah dan beberapa di antaranya merupakan pantai yang unik. Dan beberapa pantai indah juga unik tersebut tersebar di daerah Kalimantan. Salah satunya di Muara Badak yang diberi nama Pantai Kurma Indah, dimana masih menjadi satu gugusan pulau dengan Pantai Mutiara Indah. Untuk daerah Muara Badak sendiri, di postingan Emmy #JejakKaki2 sudah disebutkan bahwa Muara Badak berada di antara jalan poros Samarinda-Bontang. Lokasinya cukup jauh dari keramaian kota dan belum seutuhnya terjamah oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.

            Awal cerita, Emmy dan teman-teman pergi ke Muara Badak sekedar untuk mengunjungi pasien dari salah satu teman kami saat praktik lapangan di tingkat 2 lalu. Sebut saja silaturahmi. Karena tak ingin menyia-nyiakan perjalanan yang jauh sekaligus untuk mengisi waktu liburan kuliah, akhirnya kami memutuskan untuk berkunjung ke Pantai Kurma Indah. Banyak orang bilang, pantai ini lebih indah dari Pantai Mutiara Indah. Meski sebenarnya nama belakang keduanya sama-sama ‘Indah’.

Sabtu, 11 Februari 2017

#JejakKaki2 Pantai Mutiara Indah Muara Badak





            Jalan-jalan ke Kalimantan Timur tidak melulu berbicara tentang Sungai Mahakam yang membelah pulau. Tapi, di sini juga menawarkan beberapa pantai yang menawan yang sayang sekali apabila dilewatkan. Ada Pantai Melawai, Manggar Segarasari dan Lamaru di Balikpapan, Pantai Nipah-nipah di Penajam Paser Utara, Pantai Teluk Lombok di Kutai Timur dan yang baru-baru ini Emmy kunjungi adalah Pantai Mutiara Indah di Muara Badak.
            Muara Badak terletak di antara jalan poros Samarinda-Bontang, dan untuk ke sana memakan waktu sekitar kurang lebih dua jam dari Samarinda dengan menggunakan sepeda motor. Emmy dan teman-teman berkunjung ke sana sekitar pertengahan bulan November, dalam rangka untuk mengisi waktu weekend.
        

#JejakKaki1 Kota Raja Tenggarong

source. google


Tenggarong merupakan salah satu kota kebanggaan di Kalimantan Timur. Kota ini menjadi destinasi wisata yang cukup terkenal, terutama dalam hal sejarahnya. Ada berbagai macam tempat untuk berlibur bersama orang-orang terkasih disini, diantaranya; Museum Mulawarman buat kalian yang suka dengan sejarah-sejarah Nasional, Planetarium Jagad Raya yang lokasinya saling berdampingan dengan Museum, Ladang Budaya atau yang biasa orang setempat sebut dengan ‘Ladaya’, Jembatan Kutai Kartanegara, Danau Semayang dan Danau Melintang, Museum Kayu, Bukit Bangkirai, Air Terjun Lembah Ulak dan masih banyak lainnya. Dan yang baru-baru ini habis mengalami renovasi adalah Pulau Kumala, yang kini tampak lebih menawan dengan dilengkapi jembatan yang menyebrang langsung menuju pulau.
Sekitar akhir Oktober lalu, Emmy dan teman-teman berkunjung ke Tenggarong. Awal cerita, kami pergi ke kota sejarah tersebut hanya sekedar untuk memenuhi undangan dari teman sekelas yang keponakannya sedang aqiqahan dan kebetulan rumahnya bertempat di Tenggarong. Karena tidak ingin menghabiskan waktu weekend yang singkat di Tenggarong, akhirnya kami memutuskan untuk menghibur diri ke Museum Mulawarman Tenggarong. Untuk masuknya kita diharuskan membayar Rp. 5.000/ orang untuk dewasa. 

 Museum Mulawarman Tenggarong tidak banyak mengalami perubahan sejak pertama kali Emmy datang, sekitar pada tahun 2006 silam. Saat pertama kali masuk kita disuguhi oleh singgasana Kerajaan lengkap dengan foto Raja. Di sebelah kanan, terhubung langsung dengan bagian kamar Raja dan ruang bawah tanah. Dan, di sebelah kiri terdapat benda-benda pusaka yang masih dijaga kelestariannya. 
Semakin masuk ke bagian dalam Museum terdapa miniature Candi Borobudur dan berbagai macam alat musik seperti gamelan. Selain itu, terdapat banyak ruangan yang menyimpan benda-benda sejarah pada masa kejayaannya dulu di Kalimantan Timur. Ada mata uang kuno, baju-baju tradisional daerah, topeng dan cerita-cerita rakyat dulu. 
 
 Bagian dalam Museum

Jika ingin menguak sejarah tentang masa kejayaan kerajaan yang ada di Kalimantan Timur, memang sangat disarankan untuk berkunjung ke Museum Mulawarman. Lokasinya juga berhadapan langsung dengan Sungai Mahakam yang membelah sepanjangan pulau Kalimantan. Selain itu, di sini juga terdapat makam-makam para Raja dan keluarga yang dulu pernah memerintah Kerajaan Mulawarman.
Setelah cukup puas menghibur diri mengenal sejarah di Kalimantan, Emmy dan teman-teman tidak langsung pulang. Kami memilih untuk menonton karnaval yang kebetulan sedang diadakan di kota ini, yang merupakan rangkaian kegiatan ulang tahun kota Tenggarong.
Karnaval memamerkan berbagai macam hasil kreativitas warga setempat dalam menciptakan sebuah busana. Terutama dalam memanfaatkan barang-barang habis pakai. Antusias dari orang-orang yang menonton sangat tinggi, sehingga banyak yang berebut foto.
Kami pun cukup antusias dalam menyambut karnaval
 

Saya dan teman-teman pun tak mau ketinggalan, untuk menyempatkan diri berfoto bersama model-model karnaval yang mengenakan pakaian begitu menarik.

Keren!
Karnaval berjalan cukup panjang dan menghabiskan waktu lama. Mengingat matahari yang hampir seutuhnya tergelincir ke barat, kami tidak mengikuti karnaval sampai habis. Kami memilih untuk pulang ke Samarinda, karena waktu perjalanan yang memakan hampir satu jam. Dan, sebelum pulang Emmy menyempatkan berfoto di pinggir sungai Mahakam atau yang biasa disebut ‘Tepian’.


Di sebrang sana adalah pulau Kumala yang baru saja diresmikan atas jembatan penyebrangan barunya. Sampai detik ini, Emmy belum berkesempatan menginjakkan kaki di sana. Berharap lain waktu bisa kesana, dan bisa berbagi cerita lagi di sini.
Terima kasih banyak untuk yang sudah mengikuti cerita Emmy kali ini. Jangan bosan-bosan, ya, untuk berkunjung ke blog Emmy. Salam manis dari kota tepian Samarinda.